Ketabahan

Hai sobat semua..
Buat kali ini aku nggak akan nge-post tugas dari sekolah.. tapi cuma iseng ajah *tumben ya….
Aku bikin puisi ini bener-bener saat perasaanku lagi gak enak banget. Campur aduk deh pokoknya. Aku baru aja ngalamin hal yang bener-bener buruk. Tapi ya… gimana ya…
Ahhh udah ah -,- nggak usah dibahas lagi yang udah berlalu ya biarlah berlalu. So, puisiku kali ini menceritakan tentang seseorang yang memohon ketabahan hati kepada Allah SWT. Langsung aja ya.. ini dia puisiku..

Ya Allah…
Karuniailah hati ini..
Dengan sungai ketabahan..
Yang kan terus mengalir..
Seiring detakan jantungku..
Seiring aliran darahku..
Dan
Seiring hembusan nafasku…
Ya Allah…
Karuniailah hati ini…
Dengan sungai ketabahan..
Yang kan terus mengalir..
Yang tak kan pernah mengalami kekeringan
Hingga akhir nanti..

Ya Allah..
Karuniailah hati ini..
Dengan sungai ketabahan..
Yang kan terus mengalir..
Yang tak memiliki bendungan..
Hingga…
Saat hatiku menangis..
Sungai ketabahan kan mengalir deras..
Dan.. Akhirnya..
Banjir ketabahan..
Kan menyelimuti hatiku

That’s all guys..
maaf ya kalau jelek.. aku cuma menyampaikan isi hatiku kok…
semoga apa yang aku sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua
byeeee all

Advertisements

MENEMUKAN REALITAS KEHIDUPAN ANAK YANG TEREFLEKSI DALAM BUKU CERITA ANAK

Hai guys..
Kali ini aku akan ngepost lagi.. masih tentang tugas sekolah sih.. dan masih Bahasa Indonesia juga.. hhe. Postku ini tentang menemukan realitas kehidupan dalam buku cerita anak..
Langsung aja ini dia….. “plok plok plok”
Haishh tapi tapi sebelumnya………. sekali lagi aku minta maaf.. tulisannya amburadull maaf yaaa…

1. Judul Asli : The Mistery of The Silly Goose
2. Judul Terjemahan : Misteri Angsa Konyol
3. Penulis dan Penerjemah : a. Penulis : Elspeth Campbell Murphy
b. Penerjemah : Henny Harjani Widjaya
4. Tokoh Utama : Lyddie, Lydia Hamilton ( Nenek Lyddie ), Timothy, Titus, Sarah-Jane.
5. Pelaku Figuran : Priscilla dan teman-teman Lyddie.
6. Perwatakan Tokoh Utama : a. Lyddie : Sombong, usil, pemaksa
b. Lydia Hamilton : Sabar, baik dan ramah
c. Timothy : Penolong dan baik
d. Titus : Penolong dan baik
e. Sarah-Jane : Penolong dan baik
7. Alur Cerita : Maju (Progresif)
8. Bagian-bagian Cerita Yang Menarik Dan Alasan-alasannya:
a. Ternyata T2S merupakan singkatan dari Timothy, Titus dan Sarah-Jane yang merupakan detektif cilik.
Alasannya : Karena singkatan nama T2S unik dan sangat kreatif.
b. Ternyata patung angsa tersebut disembunyikan di dalam kotak tempat penyimpanan kayu bakar saat musim dingin.
Alasannya : Karena tidak terduga kalau patung angsa tersebut disembunyikan dalam kotak penyimpanan kayu bakar saat musim dingin.
9. Hubungan Bagian-bagian Cerita Dengan Realitas Sosial:
a. Kehilangan suatu benda dalam kehidupan sehari-hari, dan cerpen tersebut menceritakan bahwa patung angsa Nenek Lyddie diambil oleh seseorang.
b. Terjadinya tolong-menolong di lingkungan masyarakat, dalam cerpen tersebut menceritakan bahwa Timothy, Titus, dan Sarah-Jane menolong Nenek Lyddie yang kehilangan patung angsa.
10. Penyelesaian Dan Alasan-alasannya:
a. Penyelesaian : Open ending
b. Alasannya : Karena cerita tersebut permasalahannya sudah selesai, tetapi sebenarnya cerita tersebut belum selesai.
11. Pesan Moral Atau Amanat:
a. Sesama manusia harus saling tolong-menolong,
b. Tidak boleh mengambil barang milik orang lain tanpa izin,
c. Kita tidak boleh memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu dengan seenaknya sendiri.
12. Penggunaan Bahasa : Menggunakan bahasa komunikatif atau bahasa campuran

Kali ini juga tugas kelompokj sih.. tapi Cuma dua orang.. Tugas ini aku kerjakan bersama Riska Septiandari.. so makasih Riska..

Hhe udah dulu ya.. semoga apa yang udah aku post bermanfaat untuk kita semua…
Byeeeee

LAPORAN HASIL PENGAMATAN SISTEM PEREDARAN DARAH

Hai hai semuaaa..
Kali ini aku akan ngepost tugas sekolahku *tetep deh ya..* tugas ini tentang pengamata peredaran dapah.. udah bisa nebak kan pelajaran apa?? #yup tentu aja biologi#
Tapi sebelumnya aku minta maaf.. karena tugasku kali ini langsung aku post tanpa di edit..
kapan-kapan akan aku edit kok.. kali ini aku bener-bener minta maaf ya guys.. atau kalau kalian mau lihat yang agak lebih enak dibaca buka aja bloggerku di http://www.hanifahluthfiana.blogspot.com ok? maaf banget ya..
langsung aja ya…
LAPORAN HASIL PENGAMATAN SISTEM PEREDARAN DARAH
Dibuat untuk Melengkapi Tugas Biologi Kelas VIII/Semester Ganjil

Penyusun :
Hanifah Luthfianasari (15)
Indri Widiastuti (16)
Nur Fatimah (21)
Riska Septiandari (24)
Kelas : VIII C

SMP NEGERI 1 GODEAN
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

A. TOPIK : Pembuluh Darah
B. TUJUAN : 1. Mengetahui macam-macam pembuluh darah melalui pengamatan
aliran darah pada ekor ikan (menggunakan mikroskop).
2. Mengetahui sistem peredaran darah tertutup melalui pengamatan
aliran darah pada ekor ikan (menggunakan mikroskop)
C. DASAR TEORI
Di dalam tubuh manusia, alat transportasi (pengangkut) utamanya adalah darah. Darah selalu beredar di dalam pembuluh darah karena adanya jantung yang terus menerus bekerja memompa darah. Selama beredar darah memberikan zat makanan dan oksigen pada sel–sel yang hidup, juga mengedarkan zat–zat lain misalnya enzim dan hormon yang diperlukan oleh bagian tubuh tertentu. Sebagai alat pengangkutan, darah juga mengangkut zat–zat sisa metabolisme ke tempat–tempat pengeluaran (ekskresi). Terdapat dua sistem peredaran darah yaitu :
1. Peredaran darah terbuka
Peredaran darah terbuka adalah peredaran atau distribusi darah ke seluruh tubuh yang tidak selalu melewati pembuluh darah. Kadang darah secara langsung menuju jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh. Dalam sistem peredaran darah terbuka tidak dapat dibedakan antara darah dan cairan intersisial (cairan yang mengisi ruang antar sel), karena tercampur. Sistem peredaran darah terbuka terdiri dari jantung sebagai pusat peredaran darah, sejumlah rongga yang disebut sinus, dan beberapa arteri.

2. Peredaran darah tertutup
Peredaran darah tertutup adalah sirkulasi darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh–pembuluh darah. Pada sistem peredaran darah ini, darah diedarkan melewati arteri dan kembali ke jantung melewati vena. Jantung dan saluran darahnva memiliki katup sehingga darah tidak mengalir kembali ke jantung. Aliran darah tersebut disebabkan oleh kontraksi lengkung jantung.
Pertukaran gas terjadi di jaringan-jaringan tubuh.
Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, kapiler, dan vena.
1. Pembuluh Arteri (Nadi)
Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi (arteri), sehingga arah aliran darah dalam arteri meninggalkan jantung. Pembuluh ini tebal, elastis (diameternya dapat berubah sesuai kebutuhan) hal tersebut berfungsi untuk menjaga aliran darah konstan dan tidak tersendat. Pembuluh tersebut memiliki sebuah katup yang disebut valvula semilunaris yang berada tepat di luar jantung. Letak pembuluh nadi di dalam permukaan kulit, namun denyutnya masih dapat dirasakan. Tekanan darah di dalamnya kuat, sehingga jika terluka darahnya memancar. Warna darah yang diangkutnya adalah merah segar. Darah dalam arteri kaya akan O2, kecuali arteri paru-paru.

Pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan, yaitu :
a. Lapisan pertama, berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis.
b. Lapisan tengah, berupa otot polos yang berkontraksi secara tak sadar sehingga dapat menguah diameter pembuluh nadi.
c. Lapisan ketiga, berupa jaringan endothelium yang melindungi jaringan di dalamnya.
2. Pembuluh Vena (Balik)
Pembuluh vena (balik) ditemukan oleh seorang ahli fisiologi dari inggris, yakni William Harvey (1578–1657). Vena berfungsi untuk mengedarkan darah dari kapiler menuju jantung. Dindingnya tipis dan kurang elastis. Pembuluh ini memiliki banyak katup yang berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke jantung. Letak pembuluh vena dekat dengan permukaan kulit, denyutnya tidak dapat dirasakan. Tekanan darah di dalamnya lemah, sehingga jika terluka darahnya menetes. Darah yang diangkut mengandung CO2, kecuali vena pulmonalis. Warna darah yang diangkutnya adalah merah tua. Pembuluh vena yang masuk ke jantung yaitu :
a. Vena Cava Superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari tubuh bagian atas ke serambi kanan.
b. Vena Cava Inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari tubuh bagian bawah ke serambi kanan.
c. Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru – paru ke serambi kiri jantung.
3. Kapiler
Pembuluh kapiler merupakan pembuluh yang membentuk jalinan pembuluh di seluruh jaringan dan menjadi penghubung antara pembuluh nadi dan pembuluh balik. Fungsinya sebagai tempat difusi oksigen, karbon dioksida, sari makanan, hormon, dan zat sisa.

D. ALAT DAN BAHAN
1. Mikroskop
2. Ikan cethul
3. Kaca obyek 2 buah
4. Gelas ukur
5. Saringan
6. Air
7. Kapas
B. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ambil seekor ikan cethul dan bungkus bagian kepalanya menggunakan kapas basah.
3. Letakkan pada kaca obyek.
4. Amati ekor ikan cethul menggunakan mikroskop.
Catatan : Jagalah agar kapas tetap basah dengan cara meneteskan air bila kapas terlihat mengering supaya ikan tidak mati.
C. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. a. Dapatkah kamu melihat adanya benda-benda yang bergerak?
Jawab : Ya, kami dapat melihat adanya benda yang bergerak.
b. Diskusikan dengan teman sekelompok, apakah benda yang bergerak tersebut?
Jawab : Benda yang bergerak tersebut adalah darah.
c. Bagaimana sifat gerakannya? Bebas atau melalui suatu pembuluh?
Jawab : Arah gerakan darah tersebut melalui pembuluh darah.
2. Bagaimana arah aliran darahnya?
1. Pembuluh darah yang arah alirannya kearah ekor disebut arteri.
2. Pembuluh darah yang arah alirannya kearah kepala disebut vena.
3. Pembuluh darah yang arah aliran darahnya bejubel disebut nadi.
4. Pembuluh darah yang arah aliran darahnya satu per satu balik.
3. Jadi, apakah yang menghubungkan pembuluh nadi dengan pembuluh balik?
Jawab : Yang menghubungkan pembuluh nadi dengan pembuluh balik adalah kapiler
D. KESIMPULAN
Aliran darah pada ikan cethul termasuk dalam sistem peredaran darah tertutup, karena darahnya selalu mengalir dalam pembuluh darah. Peredaran darah yang menuju ke ekor dan bejubel disebut pembuluh arteri atau nadi. Peredaran darah yang alirannya menuju ke kepala dan alirannya satu per satu disebut pembuluh vena atau balik. Sedangkan, yang menghubungkan pembuluh nadi dengan balik disebut kapiler.

H. DAFTAR PUSTAKA
Hemat Dwi Nuryanto.Sistem Peredaran Darah Terbuka dan Tertutup.http://crayonpedia.
org/.Diakses pada tanggal 1 Desember 2011.
Hemat Dwi Nurtanto,Pembuluh Darah.http://crayonpedia.org/.Diakses pada tanggal 1
Desember 2011.
Rusdi,dkk.2008.Seribu Pena Biologi.Jakarta:Penerbit Erlangga.Halaman 51.
Wiyono, Marju.2011.LKS PIONIR.
That’s all guys.. tugas ini aku susun bersama kelompokku Indri Widiastuti, Nur Fatimah dan Riska Septiandari.. makasih temen-temen…
Udah dulu ya.. semoga apa yang udah aku sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua.. amin amin amin
Byeeee

Contoh Analisis Antalogi Puisi – Analisis Antalogi puisi – Antalogi Puisi

Hello all..
Sebenernya aku buat blog ini karena tugas sekolah dari guru TIK sekolahku.. dan harus ada postnya… so…kali ini aku akan ngepost beberapa tugas sekolahku… Yahhh mungkin #mungkin# akan lebih banyak post tentang tugas sekolah kali ya… soalnya kalau diluar itu.. aku nggak punya inspirasi #biasanya#… hhe
Kali ini aku akan ngepost tugas sekolahku kelas 8 dari guru Bahasa Indonesiaku, tentang menganalisis antologi puisi.. langsung aja kali ya… Ini dia *taaraaaaa*

K.D Mendeskripsikan ciri-ciri puisi dari antologi puisi

I.Identitas Buku
A. Judul Buku : Derai-Derai Cemara
B. Pengarang : Chairil Anwar
C. Penerbit : Sastra Horison
D. Pencetak : PT. Cakrawala Budaya Indonesia
E. Tahun Terbit : 2006
F. Tempat Terbit : Jakarta
G. Edisi : ke-3
H. Jumlah Halaman : 154
I. Jumlah Puisi : 73

II. Ciri-Ciri Puisi Secara Khusus
A. Ajakan
1. Struktur Fisik
a. Tipografi
Puisi berjudul “Ajakan” termasuk puisi yang menggunakan tiprogafi biasa. Puisi tersebut memiliki 2 bait. Bait
pertama terdiri dari 10 baris dan bait kedua terdiri dari 6 baris.
b. Rima
Rima yang digunakan adalah rima pasang. Rima pada bait pertama adalah a-a-b-b-c-c-d-d-e-e dan rima pada bait
kedua adalah a-a-b-b-c-c.
c. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan Chairil Anwar dalam puisi ini diantaranya :
1) Inversi
Contohnya baris ke-10 bait pertama, pada kalimat yang berbunyi “Jalan ini kita jalani”.
2) Tautologi
Contoh pada baris ke-3 bait kedua, pada kalimat “Gembira-girang”.
d. Citraan
1) Citraan Lihatan
Pada baris ke-4 bait pertama, pada kalimat “Kaca hitam lumut”.
2) Citraan Gerak
Pada baris ke-10 bait pertama, pada kalimat yang berbunyi “Kita jalani ini jalan”.
e. Diksi
Diksi yang digunakan oleh Chairil Anwar pada puisinya yang berjudul “Ajakan” adalah denotasi. Tidak ada konotasi
pada puisi tersebut.
f. Penyimpangan Bahasa
1) Sintatis
Contoh pada kalimat “Kita jalani ini jalan” baris ke-10 bait pertama.
2) Morfologi
Contohnya pada kalimat “Ria bahgia” baris pertama bait kedua.
2. Struktur Batin
a. Tema
Tema yang digunakan pada puisi tersebut adalah persahabatan.
b. Suasana
Suasana yang muncul ada dua yaitu :
1) Sedih
Tergambar dari bait pertama puisi baris pertama sampai baris ke-6.
2) Bahagia
Tergambar pada bait pertama (baris ke-7 sampai 10) dan bait kedua puisi.
c. Perasaan Penyair (Nada)
Perasaan penyair yang tersirat dalam puisi tersebut adalah :
1) Sedih
Tergambar dari bait pertama puisi baris pertama sampai baris ke-6.
2) Senang
Tergambar pada bait pertama (baris ke-7 sampai 10) dan bait kedua puisi.
d. Amanat
Amanat dari puisi tersebut ialah kita harus menjaga persahabatan yang telah kita miliki.
B. Do’a
1. Struktur Fisik
a. Tipografi
Puisi berjudul “Do’a” termasuk puisi yang memiliki tipografi biasa. Bait pertama terdiri dari 3 baris, bait
kedua dan ketiga terdiri dari 2 baris, bait ke-4 terdiri dari 3 baris, bait ke-5 dan ke-6 terdiri dari 1 baris
serta bait ke-7 terdiri dari 3 baris.
b. Rima
Rima yang digunakan Chairil Anwar dalam puisi “Do’a” yaitu bait pertama, kedua, ke-3 serta ke-4 memiliki rima
terus, bait ke-5 , ke-6 dan ke-7 memiliki rima bebas.
c. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang ada adalah :
Hiperbola
Pada bait keempat baris 1 sampai 3 yang berbunyi
“Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk”
d. Citraan
1) Citraan Pendengaran
Pada bait pertama baris ke-3, kalimat yang berbunyi “Aku masih menyebut namaMu”
2) Citraan Asosiasi Pikiran
Pada bait kedua baris ke-3, dalam kalimat “Mengingat Kau penuh seluruh”
3) Citraan Lihatan
Dalam bait 3 baris ke-3, pada kalimat “Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi”
4) Citraan Gerak
Pada bait 7 baris kedua, dalam kalimat yang berbunyi “Di pintuMu aku mengetuk”
e. Diksi
1) Konotasi
Pada kalimat “Aku hilang bentuk” bait 4 baris kedua.
2) Denotasi
Contohnya pada kalimat “Aku mengembara di negeri asing”
f. Penyimpangan Bahasa
1) Morfologi
Pada kalimat “CayaMu panas suci” bait ke-3 baris pertama.
2) Sintatis
Pada kalimat “Mengingat Kau penuh seluruh” bait kedua baris kedua.
2. Struktur Batin
a. Tema
Tema puisi Chairil Anwar tersebut adalah realigi atau ketuhanan.
b. Suasana
Suasana yang muncul adalah khidmat, penyair puisi digambarkan sedang berdoa kepada Allah SWT.
c. Perasaan Penyair (Nada)
Perasaan penyair yaitu pasrah dan khidmat karena sedang berdo’a dan memohon kepada Allah SWT.
d. Amanat
Amanat yang tersirat dalam puisi tersebut yaitu kita harus lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan berdo’a
dan memohon kepada-Nya.
C. Nisan
1. Struktur Fisik
a. Tipografi
Tipografi biasa digunakan pada puisi Chairil Anwar yang berjudul “Nisan”, puisi tersebut memiliki 1 bait yang
terdiri dari 4 baris.
b. Rima
Rima yang digunakan Chairil Anwar dalm puisi tersebut adalah rima silang (a-b-a-b)
c. Gaya Bahasa
Hiperbola
Pada kalimat “Bukan kematian benar menusuk kalbu” baris pertama
d. Citraan
1) Asosiasi Pikiran dan Perasaan
Pada baris pertama “Bukan kematian benar menusuk kalbu”
2) Citraan Lihatan
Pada baris ke-3 dalam kalimat yang berbunyi “Tak kutahu setinggi itu atas debu”
e. Diksi
Setelah kami analisis, pada puisi ini hanya terdapat diksi konotatif. Contohnya dalam kalimat yang berbunyi “Bukan
kematian benar menusuk kalbu” pada baris pertama.
f. Penyimpangan Bahasa
Penyimpangan bahasa yang ada yaitu sintatis contohnya pada baris pertama pada kalimat yang berbunyi “Bukan
kematian benar menusuk kalbu”
2. Struktur Batin
a. Tema
Tema yang terkandung dalam puisi tersebut adalah duka cita.
b. Suasana
Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah haru dan sedih.
c. Perasaan Penyair (Nada)
Perasaan penyair yang terllihat yaitu sedih dan haru atas kepergian orang yang ia sayang.
d. Amanat
Amanat yang tersirat dalam puisi tersebut adalah kita harus mengikhlaskanlah keluarga yang telah meninggalkan
kita, maka sebelum ia meninggalkan kita sayangilah dan rawat orang-orang disekeliling kita terutama keluarga.
III Kesimpulan
A. Struktur Fisik
1. Tipografi
Dari 20 puisi Chairil Anwar yang kami analisis, seluruhnya menggunakan tipografi biasa. Dengan bait yang jumlah
barisnya berbeda-beda.
2. Rima
Ada beberapa macam rima yang kami temukan dalam 20 puisi Chairil Anwar, diantaranya yaitu :
a. Rima Terus
Pada puisi yang berjudul “Penghidupan” bait pertama berima a-a-a.
b. Rima Bebas
Pada puisi yang berjudul “Hampa”. Puisi tersebut memiliki satu bait, yang berima a-a-a-u-i-i-i-i-a-a-i-i. vcvd
c. Rima Pasang
Pada puisi yang berjudul “Sia-Sia” bait pertama, yang berima a-a-b-b-c-c.
d. Rima Silang
Pada puisi yang berjudul “Nisan”. Puisi tersebut terdiri dari satu bait yang berima a-b-a-b.
e. Rima Patah
Pada puisi yang berjudul “Kesabaran” bait kedua berima a-a-a-b.
Dari keseluruhan bait dalam 20 puisi tersebut, rima yang paling banyak kami temukan adalah rima terus. Dari ke-20
puisi terdapat 45 bait puisi berima terus, 25 bait puisi berima bebas, 15 bait puisi berima patah, 7 bait puisi
berima pasang dan 1 bait puisi berima silang.
3. Gaya Bahasa
Dari 20 puisi yang kami analisis ada beberapa macam gaya bahasa, yaitu :
a. Tautologi
Pada puisi berjudul “Hampa” pada baris ke 11 pada kalimat yang berbunyi “Rontok-gugur segala. Setan bertempik”
b. Hiperbola
Pada puisi yang berjudul “Penghidupan”, bait 2 baris kedua yang berbunyi “Hingga hancur remuk redam”.
c. Alegori
Pada puisi yang berjudul “Dendam”, bait 3 baris pertama yang berbunyi “Angan meraba ke bawah bantal”.
d. Pararelisme
Pada puisi yang berjudul “Isa”, bait pertama baris kedua dan ketiga yang berbunyi “Mengucur darah
Mengucur darah”
e. Personofikasi
Pada puisi berjudul “Kesabaran”, bait kedua baris keempat yang berbunyi “Ini dunia enggan disapa ambil perduli”.
Gaya bahasa yang paling banyak muncul dari 20 puisi yang kami analisis adalah Tautologi.
4. Citraan
Ada berbagai macam citraan yang ada dalam 20 puisi yang kami analisis, diantaranya :
a. Citraan lihatan
Pada puisi “Hampa”, terdiri dari satu bait baris pertama yang berbunyi “Sepi di luar, sepi menekan-mendesak”.
b. Citraan Gerak
Pada puisi yang berjudul “Do’a”, bait ketujuh baris kedua yang berbunyi “Di pintu-Mu aku mengetuk”
c. Asosiasi pikiran dan perasaan
Puisi yang berjudul “Kenangan” dalam baris keempat yang berbunyi “Benda usang dilupa”
d. Pendengaran
Puisi yang berjudul “Do’a” bait ketujuh, baris kedua yang berbunyi “Di pintu-Mu aku mengetuk”
e. Citraan Rabaan
Puisi yang berjudul “Dendam”, bait ketiga baris pertama, yang berbunyi “Angan meraba ke bawah bantal”
Dari 20 puisi yang kami analisis, Citraan yang paling banyak muncul adalah citraan lihatan.
5. Diksi
Ada dua diksi yang terdapat dalam 20 puisi Chairil Anwar yang kami analisis yaitu :
a. Konotasi
Pada puisi yang berjudul “Penerimaan” bait ketiga, pada kalimat “Bak kembang sari sudah terbagi”.
b. Denotasi
Pada puisi berjudul “Penerimaan” pada bait ketiga pada kalimat “Kutahu kau bukan yang dulu lagi”.
Diksi yang paling banyak muncul adalah denotasi.
6. Penyimpangan Bahasa
Ada 2 macam penyimpangan bahasa yang ada dalam 20 puisi Chairil Anwar yaitu :
a. Morfologi
Pada puisi berjudul “Perhitungan” pada bait pertama yang berbunyi “caya”
b. Sintasis
Pada puisi berjudul “Isa” pada bait kelima yang berbunyi “bertukar rupa ini segara”
Dari 20 puisi Chairil Anwar, penyimpangan bahasa yang paling banyak muncul adalah sintatis.
B. Struktur Batin
1. Tema
Ada berbagai macam tema dalam puisi Chairil Anwar diantaranya persahabatan, perselisihan, duka cita, percintaan,
realigi, perpisahan, dll. Tema yang paling banyak muncul dari 20 puisi yang kami analisis adalah percintaan.
2. Suasana
Ada berbagai macam suasana yang muncul dalam puisi tersebut diantaranya berisik, sedih, haru, bahagia, sepi, khidmat,
dll. Contoh suasana yang terdapat pada 20 puisi yang kami analisis diantaranya :
a. Suasana sedih
Pada puisi “Kenangan” baris kedelapan yang berbunyi “Halus rapuh ini jalinan kenang hancur hilang belum dipegang”.
b. Suasana berisik
Pada puisi yang berjudul “Kesabaran” bait pertama baris kedua yang berbunyi “Orang ngomong, anjing nggonggong”.
c. Suasana bahagia
Pada puisi yang berjudul “Taman” baris ke-13 yang berbunyi “Kecil, penuh surya taman kita”.
d. Suasana haru
Pada puisi yang berjudul “Nisan” pada baris kedua yang berbunyi “Keridlaanmu menerima segala tiba”.
e. Suasana khidmat
Pada puisi yang berjudul “Doa” bait pertama baris ke-3 yang berbunyi “Aku masih menyebut nama-Mu”.
f. Suasana sepi
Pada puisi “Kawanku dan Aku” bait kedua yang berbunyi “Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan”.
Dari 20 puisi yang kami analisi, suasana yang paling banyak muncul adalah sedih.
3. Perasaan Penyair
Perasaan penyair dalam 20 puisi yang kami analisis ada berbagai macam diantaranya sedih, bahagia, tegas, sabar,
kesepian, dll. Contoh perasaan penyair yang terdapat pada 20 puisi yang kami analisis diantaranya:
a. Sedih
Pada puisi yang berjudul “Kenangan”.
b. Bahagia
Pada puisi yang berjudul “Taman”.
c. Tegas
Pada puisi yang berjudul “Penerimaan”.
d. Sabar
Pada puisi yang berjudul “Kesabaran”.
e. Kesepian
Pada puisi yang berjudul “Hampa”.
Perasaan penyair yang paling banyak muncul adalah sedih.
4. Amanat
Amanat yang terkandung di dalam 20 puisi ada berbagai macam tergantung pada tema puisi. Beberapa amanat yang
terkandung dalam puisi yang kami analisis diantaranya :
a. Kita harus menjaga persahabatan yang kita miliki.
b. Kersabaran dalam mengahadapi segala cobaan dan ujian adalah hal penting yang harus kita lakukan.
c. Kita harus berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Tema yang paling banyak muncul adalah percintaan, maka amanat yang paling mendominasi adalah betapa pentingnya kasih
sayang baik dari teman, sahabat, keluarga, terutama pasangan.

Gimana?? Cukup lengkap??
Aku buat tugas-tugas ini berkelompok.. bareng Eny Khoirunnisa, Nur Fatimah dan Kalia Bening Alirya.. So tentu aja aku mau ngucapin makasih untuk kalian semua.. hingga tugas ini bisa selesai tepat waktu.
Hemmmm udah dulu kali ya… semoga apa yang udah aku sampaikan bisa berguna buat kita semua ya…
Byeeeee

Contoh Sesorah Bahasa Jawa – Pidato Bahasa Jawa

Hai all..
Kali ini aku akan ngepost lagi.. tugas sekolah lagi sih..*jangan bosen-bosen yaa* kali ini tentang sesorah atau contoh pidato bahasa jawa.. semoga bisa jadi contoh ya.. walaupun nggak ada bahasa ringengga nya.. *bahasa yang memperindah* hhe
Langsung aja this is it

Sesorah Pengetan Dinten Kamardikan Indonesia
Kaping-68

Assalamu’alaikum wr. wb.
Panjenenganipun para sesepuh, para pinisepuh ingkang satuhu minulya.
Bapak Kepala Dusun Jengkelingan ingkang kawula hormati.
Bapak Ketua RW lan Ketua RT ingkang kinurmatan.
Warga Dusun Jengkelingan ingkang bagya mulya.
Langkung rumiyin, sumangga panjenengan lan kula dherekaken puji syukur dumateng ngarsanipun Alaah SWT. ingkang sampun paring barakah, rahmat, saha nikmat dhateng panjenengan lan kula, satemah saged makempal wonten ing papan punika, kanthi karaharjan, katentreman, kabagyan lan kabagaswarasan.
Para rawuh kakung putri ingkang kawula hormati,
Kanikmatan kamardikan punika mboten saged kita raosaken menawi tanpa peparing kemirahanipun Allah SWT. Langkung-langkung ingkang sampun sepuh punika saged ngraosaken kados punapa gesang dipunjajah bangsa sanes. Para mudha mboten saged ngraosaken, nanging saged sinau saking sejarah, bab kawontenanipun bangsa kita nalika kajajah bangsa manca.
Kamardikan punika kedah kita upadi kanthi sarana perjuangan para pahlawan kamardikan ingkang mboten wilangan. Pramila, sumangga kita ngunjukaken pandonga dhumateng Allah SWT. mugi-mugi arwahipun para pahlawan kamardikan keparing piwelas saha katampi wonten ngarsanipun Gusti Allah SWT. Kita ugi kedah nelakaken raos syukur kita dhumateng Allah SWT. ingkang sampun paring kanugrahan arupi kamardikaning negara kita.
Kita bangsa Indonesia, kedah njagi lan ngisi kamardikaning bangsa kanthi bab ingkang sae, saged migunani dhumateng bangsa kita.
Mugi-mugi menapa ingkang sampun kula aturaken saged dados pengenget kita supados njagi lan ngisi kamardikan kanthi bab ingkang sae.
Mekaten atur kawula wonten ing pengetan Dinten Kamardikan Indonesia kaprng-68. Sedaya kalepatan, kula nuwun pangapunten.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Yap itu dia semoga apa yang udah aku sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua amin amin amin
Byeeeee

The First of All

Hai guys.. Aku hanifah tapi kadang beberapa temenku panggil aku nipah, nipha, atau juga pooh. Kalian bisa panggil aku apa aja.. asal jangan “pendek” hhe.. sensitif banget deh sama kata-kata itu.. walaupun memang kenyataan sih.. tapi jangan panggil aku “tinggi” juga.. nanti aku anggap sindiran loh…

 

Aku buat blog ini karena tugas sekolah. Dan aku cuma bisa ngepost ataupun ngedit-edit kalau ada waktu luang… maklum lah udah kelas 3 smp nih.. persiapan ujian lah.. dan tentu aja ngerjain tugas-tugas sekolah.. selain itu, aku juga mengikuti les-les, di sekolah dan di lembaga.. so pastinya bakal sibuk banget nih..

 

kali ini ini aja perkenalan kita.. semoga nanti apa yang aku post bisa bermanfaat buat kita semua ya…