Contoh Analisis Antalogi Puisi – Analisis Antalogi puisi – Antalogi Puisi

Hello all..
Sebenernya aku buat blog ini karena tugas sekolah dari guru TIK sekolahku.. dan harus ada postnya… so…kali ini aku akan ngepost beberapa tugas sekolahku… Yahhh mungkin #mungkin# akan lebih banyak post tentang tugas sekolah kali ya… soalnya kalau diluar itu.. aku nggak punya inspirasi #biasanya#… hhe
Kali ini aku akan ngepost tugas sekolahku kelas 8 dari guru Bahasa Indonesiaku, tentang menganalisis antologi puisi.. langsung aja kali ya… Ini dia *taaraaaaa*

K.D Mendeskripsikan ciri-ciri puisi dari antologi puisi

I.Identitas Buku
A. Judul Buku : Derai-Derai Cemara
B. Pengarang : Chairil Anwar
C. Penerbit : Sastra Horison
D. Pencetak : PT. Cakrawala Budaya Indonesia
E. Tahun Terbit : 2006
F. Tempat Terbit : Jakarta
G. Edisi : ke-3
H. Jumlah Halaman : 154
I. Jumlah Puisi : 73

II. Ciri-Ciri Puisi Secara Khusus
A. Ajakan
1. Struktur Fisik
a. Tipografi
Puisi berjudul “Ajakan” termasuk puisi yang menggunakan tiprogafi biasa. Puisi tersebut memiliki 2 bait. Bait
pertama terdiri dari 10 baris dan bait kedua terdiri dari 6 baris.
b. Rima
Rima yang digunakan adalah rima pasang. Rima pada bait pertama adalah a-a-b-b-c-c-d-d-e-e dan rima pada bait
kedua adalah a-a-b-b-c-c.
c. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan Chairil Anwar dalam puisi ini diantaranya :
1) Inversi
Contohnya baris ke-10 bait pertama, pada kalimat yang berbunyi “Jalan ini kita jalani”.
2) Tautologi
Contoh pada baris ke-3 bait kedua, pada kalimat “Gembira-girang”.
d. Citraan
1) Citraan Lihatan
Pada baris ke-4 bait pertama, pada kalimat “Kaca hitam lumut”.
2) Citraan Gerak
Pada baris ke-10 bait pertama, pada kalimat yang berbunyi “Kita jalani ini jalan”.
e. Diksi
Diksi yang digunakan oleh Chairil Anwar pada puisinya yang berjudul “Ajakan” adalah denotasi. Tidak ada konotasi
pada puisi tersebut.
f. Penyimpangan Bahasa
1) Sintatis
Contoh pada kalimat “Kita jalani ini jalan” baris ke-10 bait pertama.
2) Morfologi
Contohnya pada kalimat “Ria bahgia” baris pertama bait kedua.
2. Struktur Batin
a. Tema
Tema yang digunakan pada puisi tersebut adalah persahabatan.
b. Suasana
Suasana yang muncul ada dua yaitu :
1) Sedih
Tergambar dari bait pertama puisi baris pertama sampai baris ke-6.
2) Bahagia
Tergambar pada bait pertama (baris ke-7 sampai 10) dan bait kedua puisi.
c. Perasaan Penyair (Nada)
Perasaan penyair yang tersirat dalam puisi tersebut adalah :
1) Sedih
Tergambar dari bait pertama puisi baris pertama sampai baris ke-6.
2) Senang
Tergambar pada bait pertama (baris ke-7 sampai 10) dan bait kedua puisi.
d. Amanat
Amanat dari puisi tersebut ialah kita harus menjaga persahabatan yang telah kita miliki.
B. Do’a
1. Struktur Fisik
a. Tipografi
Puisi berjudul “Do’a” termasuk puisi yang memiliki tipografi biasa. Bait pertama terdiri dari 3 baris, bait
kedua dan ketiga terdiri dari 2 baris, bait ke-4 terdiri dari 3 baris, bait ke-5 dan ke-6 terdiri dari 1 baris
serta bait ke-7 terdiri dari 3 baris.
b. Rima
Rima yang digunakan Chairil Anwar dalam puisi “Do’a” yaitu bait pertama, kedua, ke-3 serta ke-4 memiliki rima
terus, bait ke-5 , ke-6 dan ke-7 memiliki rima bebas.
c. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang ada adalah :
Hiperbola
Pada bait keempat baris 1 sampai 3 yang berbunyi
“Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk”
d. Citraan
1) Citraan Pendengaran
Pada bait pertama baris ke-3, kalimat yang berbunyi “Aku masih menyebut namaMu”
2) Citraan Asosiasi Pikiran
Pada bait kedua baris ke-3, dalam kalimat “Mengingat Kau penuh seluruh”
3) Citraan Lihatan
Dalam bait 3 baris ke-3, pada kalimat “Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi”
4) Citraan Gerak
Pada bait 7 baris kedua, dalam kalimat yang berbunyi “Di pintuMu aku mengetuk”
e. Diksi
1) Konotasi
Pada kalimat “Aku hilang bentuk” bait 4 baris kedua.
2) Denotasi
Contohnya pada kalimat “Aku mengembara di negeri asing”
f. Penyimpangan Bahasa
1) Morfologi
Pada kalimat “CayaMu panas suci” bait ke-3 baris pertama.
2) Sintatis
Pada kalimat “Mengingat Kau penuh seluruh” bait kedua baris kedua.
2. Struktur Batin
a. Tema
Tema puisi Chairil Anwar tersebut adalah realigi atau ketuhanan.
b. Suasana
Suasana yang muncul adalah khidmat, penyair puisi digambarkan sedang berdoa kepada Allah SWT.
c. Perasaan Penyair (Nada)
Perasaan penyair yaitu pasrah dan khidmat karena sedang berdo’a dan memohon kepada Allah SWT.
d. Amanat
Amanat yang tersirat dalam puisi tersebut yaitu kita harus lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan berdo’a
dan memohon kepada-Nya.
C. Nisan
1. Struktur Fisik
a. Tipografi
Tipografi biasa digunakan pada puisi Chairil Anwar yang berjudul “Nisan”, puisi tersebut memiliki 1 bait yang
terdiri dari 4 baris.
b. Rima
Rima yang digunakan Chairil Anwar dalm puisi tersebut adalah rima silang (a-b-a-b)
c. Gaya Bahasa
Hiperbola
Pada kalimat “Bukan kematian benar menusuk kalbu” baris pertama
d. Citraan
1) Asosiasi Pikiran dan Perasaan
Pada baris pertama “Bukan kematian benar menusuk kalbu”
2) Citraan Lihatan
Pada baris ke-3 dalam kalimat yang berbunyi “Tak kutahu setinggi itu atas debu”
e. Diksi
Setelah kami analisis, pada puisi ini hanya terdapat diksi konotatif. Contohnya dalam kalimat yang berbunyi “Bukan
kematian benar menusuk kalbu” pada baris pertama.
f. Penyimpangan Bahasa
Penyimpangan bahasa yang ada yaitu sintatis contohnya pada baris pertama pada kalimat yang berbunyi “Bukan
kematian benar menusuk kalbu”
2. Struktur Batin
a. Tema
Tema yang terkandung dalam puisi tersebut adalah duka cita.
b. Suasana
Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah haru dan sedih.
c. Perasaan Penyair (Nada)
Perasaan penyair yang terllihat yaitu sedih dan haru atas kepergian orang yang ia sayang.
d. Amanat
Amanat yang tersirat dalam puisi tersebut adalah kita harus mengikhlaskanlah keluarga yang telah meninggalkan
kita, maka sebelum ia meninggalkan kita sayangilah dan rawat orang-orang disekeliling kita terutama keluarga.
III Kesimpulan
A. Struktur Fisik
1. Tipografi
Dari 20 puisi Chairil Anwar yang kami analisis, seluruhnya menggunakan tipografi biasa. Dengan bait yang jumlah
barisnya berbeda-beda.
2. Rima
Ada beberapa macam rima yang kami temukan dalam 20 puisi Chairil Anwar, diantaranya yaitu :
a. Rima Terus
Pada puisi yang berjudul “Penghidupan” bait pertama berima a-a-a.
b. Rima Bebas
Pada puisi yang berjudul “Hampa”. Puisi tersebut memiliki satu bait, yang berima a-a-a-u-i-i-i-i-a-a-i-i. vcvd
c. Rima Pasang
Pada puisi yang berjudul “Sia-Sia” bait pertama, yang berima a-a-b-b-c-c.
d. Rima Silang
Pada puisi yang berjudul “Nisan”. Puisi tersebut terdiri dari satu bait yang berima a-b-a-b.
e. Rima Patah
Pada puisi yang berjudul “Kesabaran” bait kedua berima a-a-a-b.
Dari keseluruhan bait dalam 20 puisi tersebut, rima yang paling banyak kami temukan adalah rima terus. Dari ke-20
puisi terdapat 45 bait puisi berima terus, 25 bait puisi berima bebas, 15 bait puisi berima patah, 7 bait puisi
berima pasang dan 1 bait puisi berima silang.
3. Gaya Bahasa
Dari 20 puisi yang kami analisis ada beberapa macam gaya bahasa, yaitu :
a. Tautologi
Pada puisi berjudul “Hampa” pada baris ke 11 pada kalimat yang berbunyi “Rontok-gugur segala. Setan bertempik”
b. Hiperbola
Pada puisi yang berjudul “Penghidupan”, bait 2 baris kedua yang berbunyi “Hingga hancur remuk redam”.
c. Alegori
Pada puisi yang berjudul “Dendam”, bait 3 baris pertama yang berbunyi “Angan meraba ke bawah bantal”.
d. Pararelisme
Pada puisi yang berjudul “Isa”, bait pertama baris kedua dan ketiga yang berbunyi “Mengucur darah
Mengucur darah”
e. Personofikasi
Pada puisi berjudul “Kesabaran”, bait kedua baris keempat yang berbunyi “Ini dunia enggan disapa ambil perduli”.
Gaya bahasa yang paling banyak muncul dari 20 puisi yang kami analisis adalah Tautologi.
4. Citraan
Ada berbagai macam citraan yang ada dalam 20 puisi yang kami analisis, diantaranya :
a. Citraan lihatan
Pada puisi “Hampa”, terdiri dari satu bait baris pertama yang berbunyi “Sepi di luar, sepi menekan-mendesak”.
b. Citraan Gerak
Pada puisi yang berjudul “Do’a”, bait ketujuh baris kedua yang berbunyi “Di pintu-Mu aku mengetuk”
c. Asosiasi pikiran dan perasaan
Puisi yang berjudul “Kenangan” dalam baris keempat yang berbunyi “Benda usang dilupa”
d. Pendengaran
Puisi yang berjudul “Do’a” bait ketujuh, baris kedua yang berbunyi “Di pintu-Mu aku mengetuk”
e. Citraan Rabaan
Puisi yang berjudul “Dendam”, bait ketiga baris pertama, yang berbunyi “Angan meraba ke bawah bantal”
Dari 20 puisi yang kami analisis, Citraan yang paling banyak muncul adalah citraan lihatan.
5. Diksi
Ada dua diksi yang terdapat dalam 20 puisi Chairil Anwar yang kami analisis yaitu :
a. Konotasi
Pada puisi yang berjudul “Penerimaan” bait ketiga, pada kalimat “Bak kembang sari sudah terbagi”.
b. Denotasi
Pada puisi berjudul “Penerimaan” pada bait ketiga pada kalimat “Kutahu kau bukan yang dulu lagi”.
Diksi yang paling banyak muncul adalah denotasi.
6. Penyimpangan Bahasa
Ada 2 macam penyimpangan bahasa yang ada dalam 20 puisi Chairil Anwar yaitu :
a. Morfologi
Pada puisi berjudul “Perhitungan” pada bait pertama yang berbunyi “caya”
b. Sintasis
Pada puisi berjudul “Isa” pada bait kelima yang berbunyi “bertukar rupa ini segara”
Dari 20 puisi Chairil Anwar, penyimpangan bahasa yang paling banyak muncul adalah sintatis.
B. Struktur Batin
1. Tema
Ada berbagai macam tema dalam puisi Chairil Anwar diantaranya persahabatan, perselisihan, duka cita, percintaan,
realigi, perpisahan, dll. Tema yang paling banyak muncul dari 20 puisi yang kami analisis adalah percintaan.
2. Suasana
Ada berbagai macam suasana yang muncul dalam puisi tersebut diantaranya berisik, sedih, haru, bahagia, sepi, khidmat,
dll. Contoh suasana yang terdapat pada 20 puisi yang kami analisis diantaranya :
a. Suasana sedih
Pada puisi “Kenangan” baris kedelapan yang berbunyi “Halus rapuh ini jalinan kenang hancur hilang belum dipegang”.
b. Suasana berisik
Pada puisi yang berjudul “Kesabaran” bait pertama baris kedua yang berbunyi “Orang ngomong, anjing nggonggong”.
c. Suasana bahagia
Pada puisi yang berjudul “Taman” baris ke-13 yang berbunyi “Kecil, penuh surya taman kita”.
d. Suasana haru
Pada puisi yang berjudul “Nisan” pada baris kedua yang berbunyi “Keridlaanmu menerima segala tiba”.
e. Suasana khidmat
Pada puisi yang berjudul “Doa” bait pertama baris ke-3 yang berbunyi “Aku masih menyebut nama-Mu”.
f. Suasana sepi
Pada puisi “Kawanku dan Aku” bait kedua yang berbunyi “Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan”.
Dari 20 puisi yang kami analisi, suasana yang paling banyak muncul adalah sedih.
3. Perasaan Penyair
Perasaan penyair dalam 20 puisi yang kami analisis ada berbagai macam diantaranya sedih, bahagia, tegas, sabar,
kesepian, dll. Contoh perasaan penyair yang terdapat pada 20 puisi yang kami analisis diantaranya:
a. Sedih
Pada puisi yang berjudul “Kenangan”.
b. Bahagia
Pada puisi yang berjudul “Taman”.
c. Tegas
Pada puisi yang berjudul “Penerimaan”.
d. Sabar
Pada puisi yang berjudul “Kesabaran”.
e. Kesepian
Pada puisi yang berjudul “Hampa”.
Perasaan penyair yang paling banyak muncul adalah sedih.
4. Amanat
Amanat yang terkandung di dalam 20 puisi ada berbagai macam tergantung pada tema puisi. Beberapa amanat yang
terkandung dalam puisi yang kami analisis diantaranya :
a. Kita harus menjaga persahabatan yang kita miliki.
b. Kersabaran dalam mengahadapi segala cobaan dan ujian adalah hal penting yang harus kita lakukan.
c. Kita harus berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Tema yang paling banyak muncul adalah percintaan, maka amanat yang paling mendominasi adalah betapa pentingnya kasih
sayang baik dari teman, sahabat, keluarga, terutama pasangan.

Gimana?? Cukup lengkap??
Aku buat tugas-tugas ini berkelompok.. bareng Eny Khoirunnisa, Nur Fatimah dan Kalia Bening Alirya.. So tentu aja aku mau ngucapin makasih untuk kalian semua.. hingga tugas ini bisa selesai tepat waktu.
Hemmmm udah dulu kali ya… semoga apa yang udah aku sampaikan bisa berguna buat kita semua ya…
Byeeeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s